Ceramah Anti Ngantuk!

Biasa pada setiap bulan ramadhan dikampus gue sering diadakan ceramah agama. Tema ceramah hari itu adalah “Konsep Pendidikan dalam Islam” dibawakan oleh uztadzah. Baru lima menit duduk, gue sudah manggut-manggu fly. “…jadi, saudara-saudara sekalian, baginda rasulullah telah mengajarkan kepada kita, bahwa pendidikan itu harus dengan teladan. Percuma saja kita mengerjakan teori-teori, kalau tidak disertai dengan praktek. Rasullulah mengajarkan demikian, mencontohkan langsung perilaku yang baik, agarkita bisa mengikuti. Contohnya masalah shalat..
Para hadirin tanpak terkantuk-kantuk.. Gue juga Man, this is so boring. Demikianlah saudara-saudara sekalian, ceramah dari saya sore ini segala kekurangannya mohon dimaafkan. Sekarang kita memasuki sesi tanya jawab. Silakan bila ada yang mau bertanya.”
“Saya Bu.” seorang ibu dosen mengancungkan jari.
“Silakan pertanyaannya.”
“Mengenai pendidikan anak ya, Bu, Saya tertarik dengan blablabla…”

‘Oh, begini ibu, Sebagaimana telah saya jelaskan tadi, konsep pendidikan dalam Islam mengatur bahwa blablabla….”. “Bagaimana, cukup jelas, ibu? Oke, ada pertanyaan lain?” jawab ibu uztadzah

“Saya,” seorang mahasiswa yang gue nggak tau dari jurusan apa mengangkat tangan.
“Silakan saudara yang di ujung sana.”
“Begini ya, Bu. Tadi kan Ibu bilang kita harus meneladani rasul. Nah, saya ingin tanya bagaimana dengan teladan Rasul dalam hal poligami?”


Beberapa hadirin langsung berdiri kupingnya. Nah, ini baru seru.
“Memang nggak salah kalau mahasiswa selalu berpikir kritis. Baiklah saya coba jawab. Kita jangan cuma melihat poligaminya saja, tapi bagaimana agar bersikap adil.” kemudian ibu uztadzah menjelaskan panjangl ebar bahwa poligami memang boleh, tapi harus adil dengan niat ibadah. Seperti Rasul, yang dikawini adalah janda-janda tua, yang ditinggal mati suami dimedan perang. Tujuannya untuk melindungi, mengangkat harkat kehidupan janda tersebut.” Nah, apakah saudara-saudara disini mau mengawini janda tua?”
“Yah… asal masih kencang sih,” kata seseorang entah siapa, disambut kikikiki hadirin.
“Tuh, kan. Memang orang zaman sekarang yang dipikirin syahwat melulu sih. bagaimana mau adil? Niatnya saja hanya untuk mencari kepuasan saja, kenalan sama perempuan dijalan terus diam-diam kawin. Istri yang lama ditinggal. Bagaimana mau dibilang ibadah?” Ibu uztadzah menanggapi dengan nada tinggi.
“Dia tuh, Bu, yang suka gitu. Saya mah nggak hehe..” gue jawab. Wah mulai seru nih hadirin 100% melek, 85% Tersenyum dan 15%-nya nyari ide buat pertanyaan selanjutnya.
“Mau tanya, Bu,” seorang mahasiswa dengan rambut keriting bertanya ditengah suasana yang mulai panas hangat.
“Ya, Silakan?
“Berdasarkan statistik kan penduduk dunia sekarang sudah makin nggak imbang, Bu. rata-rata perbandingan laki-laki dengan perempuan 1:8 bahkan dibeberapa tempat 1:10.” Ini kan harus ada solusinya. Kita mah Cuma mau nolongin aja, bener nggak teman-teman?”
heheheh… hadirin pada ketawa tanpa malu-malu. Berhubung gue telat datang nih jadi posisi duduk gue nggak memungkinkan untuk ngeliat langsung uztadzahnya, tapi dari nada suaranya kayaknya sih dia dah mulai panas nih…
“Itu data dari mana ya, Dek? Kalaupun benar 1:8 itukan campur, Dek. Termasuk didalamnya ada nenek-nenek. Tapi kalau saudara disuruh memilih pasti nyarinya yang masih gadis saja. Bener, kan? Lantas bagaimana dengan teladan Rasul untuk melindungi janda-janda yang sudah tua itu? Asal tahu saja nih, perempuan zaman sekarang lebih banyak dari laki-laki karena para laki-laki memang lebih cepat dipanggil Allah!”
Ruangan serasa pecah oleh suara ketawa. Ini sudah kayak nonton syuting Extravaganza,
“Jelas saja kami cepat mati, Bu, kecapean meladeni satu banding delapan itu tadi.” Ealah..masih ada aja yang iseng ngomong. Beberapa mahasiswi sampai nutup muka pakai sajadah nggak kuat nahan ketawa.
“Pokoknya begini ya, prinsipnya tuh pertama-tama harus atas dasar niat beribadah. Yang kedua, harus adil. Seringkali terjadi, begitu punya istri baru, yang lama dilupakan! Mentang-mentang istri tuanya sudah beberapa kali melahirkan anak, bentuk tubuhnya sudah tidak montok bagus lagi, suami jadi lebih sering di tempat istri muda yang lebih cantik!!
“Lo itu kan justru  adil, Bu!”
“Adil dari mananya?
“Dulu waktu istri tua masih muda kan sudah pernah merasakan servis kita, Bu. Sementara yang muda ini kan belum pernah merasakan. Selain itu, kalau kita bicara inventaris kan yang tua sudah mengalami penyusutan, Bu, jadi wajar kalau harga turun.” Kayaknya mahasiswa ini jurusan manajemen informatika bisa ngomong soal ekonomi segala. Beberapa mahasiswa sampai ada yang menagis saking lucunya.. Belum sempat ibu uztadzah menjawab, sudah ada yang angkat tangan lagi.
“Bu jangan didengerin, Bu. Dia emang kalau nanya ngaco. Saya mau nanya benerin nih, serius.”
“Iya, silakan Dek.”
“Begini, Bu. Ya sudah kalau memang di dunia ini sulit untuk melakukan poligami. Harus niat ibadah, harus adil segala macem. Oke, deh. Tapi saya ingin ada jaminan dulu, nantinya di surga kita masing-masing dapat jatah bidadari berapa orang nih, Bu? Bukan apa-apa, kalau kurang biar kita nyicil dulu dari sekarang gitu…”
“YANG BILANG SAUDARA PASTI MASUK SURGA SIAPA!?” Ibu uztadzah sudah mulai marah sehingga langsung dipotong oleh moderator, ”Rekan-rekan, berhubung waktu sudah tidak memungkinkan lagi, saya cukupkan sampai disini.”
Nggak lama kemudian tampak ibu uztadzah keluar dari ruangan dengan wajah kesal diikuti beberapa mahasiswa yang masih ketawa-ketawa sambil mengusap air mata. Acara ceramah terlucu yang pernah gue ikuti.

~ oleh rezaldo pada 14 Februari 2009.

15 Tanggapan to “Ceramah Anti Ngantuk!”

  1. lah kok mahasiswanya mengusap air matnya,,,

    mang karena lucu or sedih ya…😀

  2. Satu paragraf pertama bikin ngantuk. Paragraf kedua mulai melek. Paragraf akhir bikin mikir aneh, terutama pada kalimat; “Dulu waktu istri tua masih muda kan sudah pernah merasakan servis kita, Bu. Sementara yang muda ini kan belum pernah merasakan. Selain itu, kalau kita bicara inventaris kan yang tua sudah mengalami penyusutan, Bu, jadi wajar kalau harga turun.”

  3. halah !!!!! GUE ELU GUE ELU, SATU LAGI ANAK JAKARTA YANG TINGGAL DI KALIMANTAN

    (astaga itu aja dibahas please deh…)

  4. hhee..^^

    salam kenal^^

    Blogwalking.. hihiii

    (salam kenal juga for rini)

  5. he he he .. jadi ibu ustadzahnya banyak dpt pertanyaan yaaa????

  6. saking banyaknya kada tejawapi sidin hahaha

  7. ustzdah kok emosian yak ?
    begitulah kalo kurang ilmu,
    ya gak bisa dong ngasih ceramah cuma modal emosi dan ilmu yang sempit, kan ?🙂
    salut buat kalian yg kritis !!

    (mungkin klo om ngomong kaya gitu ntr ustzdahnya ngomong -> ustazdah juga manusia)

  8. *Salam kenal

    *saya mengundang anda tuk baca Novel sy yg berjudul : HEXVERSTOONE, harap di follow juga ya. Mohon dukungannya…,

    *Salam hormat

  9. uy kaa reza..
    fa dah baca tapi, ga konsen bacanya…
    entar dech fa baca dengan serius…
    seru ka’ae..

    (ayu ja kena baca lagi hehe…)

  10. Sip za…kayapa gawian nh, aman ja lo

  11. for alex = aman ja gawian yang penting kada disuruh mengetik haha

  12. umay…kawan nah…baisi blog jua sakalinya…
    kanapa kada bapadah mulai dahulu2??
    supankah??
    hahahaha
    link kena aku za lah…

  13. buset dah.. untuk ustadzahnya gak nimpuk mahasiswa pake sepatu..

  14. Hidup Poligami !!!!

  15. yang lucu memang bikin ga ngantuk. Ustadzah (dan para guru) memang harus bikin suasana bagus biar ilmunya masuk.
    Kalau emosi sebagai prempuan kecampur gitu,..waduwww,..kondisi syulittt,..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: